Fear


Go beyond the fear
; It is the winning sensation lies there ; .. I hate to start this again ..Really .. But this is important, for me ... Yea for me, not for other...

The reason is inside me; inside your self.... there is no need to be afraid of the outsider.
... L O O K ; L I S T E N ; W R I T E ; D O

Saturday, 14 March 2015

Pricing strategy : part 1



Apa pertanyaan pertama yang umumnya ditanyakan saat bertransaksi; saat membeli rokok, saat mencari rumah kontrakan, membeli pulsa, atau kuliah ? Boleh jadi yang paling dominan adalah “ berapa harganya Atau berapa biayanya. Ada banyak istilah yang digunakan untuk menunjukan nilai suatu transaksi dalam satuan mata uang : uang kuliah, uang sewa, imbalan jasa, biaya buruh, harga pulsa. Semua istilah ini adalah menunjuk kepada harga.

Definisi harga antara lain :
The definition of Price according to Philip Kotler is : “ Price is the amount of money charged for a product or service.” Broadly, price is the total amount that being exchange by the customer to obtain a benefit of the product or service owning.
Stanton define Price as : “ Price is the amount of money or goods needed to acquire some combination of another goods and its companying services.” Price is the element of the marketing mix that stable in certain period but at one moment the price might be increase or decrease and price become as the single element that revenue from the selling.
Jadi untuk memiliki produk atau menggunakan jasa atau kombinasi keduanya maka harus dikeluarkan sejumlah uang. Itulah harga yang dibayarkan oleh konsumen.

Pada mulanya harga dipandang sebagai salah satu yang paling mempengaruhi tingkah laku pembeli dalam keputusan membeli atau tidak. Dalam dasawarsa 50-an dan 60-an, factor diluar harga terkait keputusan pembelian relative bertambah penting. Konusmen tidak lagi hanya mempertimbangkan soal harga sebagai satu diantara kebijakan lain yang terpenting dalam keberhasilan pemasaran perusahaan (John G. Udell, “ How important is pricing in competitive strategy”; Marketing Management by Philip Kotler, second edition). 

Dampak inflasi menarik kembali perhatian kepada factor  harga dalam keputusan pembelian.
Keputusan mengenai penentuan harga dalam suatu perusahaan adalah suatu hal yang kritis. Dalam pendekatan Marketing Mix 4P (Product, Price, Place, Promotion) , unsur Price terkait dengan seberapa besar revenue yang akan didapatkan perusahaan. Sebaliknya ketiga unsur lainnya justru merupakan biaya.

Dalam artikelnya, Smart Pricing Strategies ;  Wen-fei L. Uva, Senior Extension Associate, Department of Applied Economics and  Management, Cornell University  menyebutkan bahwa penentuan harga (pricing) mempertimbangkan :
Price provides income, guides the quantity supplied and demanded, serves as a signal to customers, and transfers ownership. Questions one should ask before determining prices including:
How much do the competitors charge? How much are customers willing to pay? Does the product have additional value for which the price may be raised? What is the cost to produce the product?  And if you slash prices (below competition), how will you maintain profitability?

Ada trade off dalam kebijakan Penentuan harga: harga tinggi , pembeli bisa beralih ke pesaing. Sebaliknya harga rendah, profit tergerus. Trade off ini menjadi tantangan bagi manajer pemasaran. Haruslah waspada dalam membuat Keputusan hargaDalam panduan smart marketing ini, penentuan harga bukan hanya seberapa besar keuntungan yang ingin didapatkan perusahaan What is the cost to produce the product?  . Ada Faktor pertimbangan lainnya yakni berapa penetapan harga oleh pesaing? Berapa harga yang diinginkan pembeli? Bila dilakukan pengurangan harga sehingga harga menjadi dibawah pesaing, bagimana sehingga profitabilitas awal bisa tetap dipertahankan?

Tuesday, 10 March 2015

Presentase 2 : speech anxiety



Ketakutan dalam public speaking diistilahkan dengan glossophobia. Menurut beberapa literatur, jenis ketakutan ini melebihi bentuk ketakutan lainnya seperti ketakutan atas ketinggian dan bahkan takut terhadap kematian.

Hmm.. mungkin ini tidaklah berlebihan. Ada perasaan kecemasan bicara (speech anxiety) bahkan sebelum memulai untuk bicara dalam sebuah forum. Terlebih lagi bila harus solo performance sebagai presenter. What a scary scene. More over when presentation is performed on English language.

Yang kemudian bisa menjadi sebuah disaster yakni  
career path of employee will be in part determined by this skill.  The challenge becomes greater when no formal training joined.  Reevaluation and re energizing.. 
Reading just give you the basic information but it is tasteless. Get the moment and feel the sense. Speak up incorrectly is better than silence that’s in the sake for reevaluation and re energizing

Presentase : Tugas Presentase

Kuliah sesi 1 hampir selesai.
Ada banyak yang telah didengarkan , ada beragam yang telah dikerjakan di kampus.
Its hard and so far thanks to heaven semua bejalan baik. Memang harus dipaksakan.

Presentase adalah salah satu tugas yang harus dikerjakan. Dosen akan memberikan materi dan lalu kelompok ditentukan untuk menyajikan presentase. Ini memang menjadi suatu tugas berat bila dibanding dengan tugas lainnya seperti membuat ringkasan materi atau menjawab ujian tertulis.

Presentase melibatkan banyak kemampuan.;
1. Pencarian materi presentase
    Ada banyak sumber yang bisa dipakai. minta bantua google.
    Namun begitu bersiaplah dipusingkan dengan materi yang 
    kebanyakan berbahas inggris. Sepertinya orang bule lebih suka 
    berbagi ilmu, karena itu materi didominasi oleh tulisan mereka.

2. Membuat slide presentase : 
    Microsoft power point menjadi alat utama. Pengetahuan operasi
    power point tentu akan membedakan hasil akhir presentase. 
    Ada  banyak fitur yang bisa diaplikasikan yang bisa menarik 
    minta audiensi

3. Penyajian Presentase 
   Ini menuntut kemampuan berbicara didepan public, suatu 
   pekerjaan yang bila tidak terbiasa akan benar-benar     
   menimbulkan   kecemasan. efek terburuknya, kita mungkin akan
   menyajikan dengan terbata-bata, kehilangan kata dan bisa jadi
   mandi keringat

Dalam dunia lerja bisa jadi hanya karyawan pada level manajerial yang terbiasa melakukan presentase, pada rapat bulanan penilaian kinerja misalnya. 

Presentation skill peranannya signifikan, dan akan menjadi aktifitas rutin saat kuliah pasca sarjana. Namun demikian, tidak ada kelas khusus pada pasca sarjana yang akan memberi tutorial how to make presentation that your audience loves. Anda harus mempelajarinya sendiri. 
Practice makes perfect. 
Dalam suatu sesi kuliah, seorang dosen pernah berkata : beranilah dalam kelasku ini. lebih baik melakukan kesalahan saat diruangan kelas, kalaupun anda salah paling nilainya yang akan dikurangi . Dalam dunia profesional melakukan kesalahan bisa berakibat fatal.
      

Sunday, 8 March 2015

Tugas Manajemen marketing



PEDOMAN PENULISAN TUGAS AKHIR PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN UNHAS, DOSEN : Prof.Dr.Otto Randa Payangan,SE

  

     Mencari kasus Pemasaran melalui Jurnal internasional tahun 2010 ke atas.

    Sistematika penulisan :

a. Buat latar belakang

b. Rumusan masalah

c. Tujuan penelitian

d. Pembahasan :

1. Menganalisis variable apa saja yang dibahas dalam jurnal tsb

2. Teori apa saja yang digunakan dalam mendukung penelitian tsb

3. Apa hasil temuan dalam jurnal tsb

4. Apa kemungkinan2 yang perlu diteliti untuk penelitian selanjutnya, uraikan menurut analisis sdr

5. Apa kesimpulan dan saran-saran menurut pendapat sdr, bukan kesimpulan dan saran dari jurnal tsb.


e.Sertakan print out jurnal yang sdr bahas.

f. Ketik 1,5 spasi, Time new roman von 12



CATATAN : Sdr boleh memilih kasus dari pelbagai kajian sesuai materi SAP



SELAMAT BEKERJA

Saturday, 7 March 2015

Why Toyota



Ada apa dengan perusahaan ini?
Pada saat dihadapkan dengan kompetisi, perusahaan ini mampu mengatasinya dan bahkan menang dari para pesaingnya.
itulah perusahaan Toyota.

Menariknya adalah secara umum Toyota dan pesaingnya berada pada lingkungan bisnis yang sama :

  • Produk yang sama
  • Konsumen yang sama
  • Teknologi yang sama

Semua pihak membahas Toyota, mengangkatnya menjadi sebuah topic menarik untuk dibahas.  What really happened to Toyota ?

visit the web http://www.toyota-global.com/

Tuesday, 3 March 2015